Hewan aneh membuat masyarakat menderita

Sejumlah lampu penerangan di luar area pertokoan kosambi diserbu serangga yang dikenal dengan sebutan lembing. Selain menimbulkan gangguan terhadap proses pelayanan, hewan yang tak jelas rimbanya meunculkan bau aneh yang menyengat."Lembing seperti binatang siluman, tak jelas asal usulnya atau manfaatnya, ketika tiba-tiba datang mencari tempat yang menunculkan cahaya," ucap salah seorang warga, Eneng, ketika ditemui RAKA kemarin.Tengok saja, sambung dia, serangga yang identik mencari cahaya terang pada waktu malam hari, malah menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat di lingkungan sekitar. Tak hanya itu, sebut dia, binatang berwujud aneh ini membuat pengendara terganggu di tiap titik lampu penerangan jalan. "Memang hewan berbentuk aneh ini lebih banyak berkumpul di tiap Lampu PJU. Sebab itu, banyak dari pegendara mengeluhkan kehadian hewan liar ini, dikarenakan sering membahayakan pengguna kendaraan," ulasnya.Sisi lain, sebut petugas PLN UPJ kosambi, banyaknya lembing memaksa para pengguna listrik memadamkan lampu penerangan rumah mereka. Tak heran, petugas PLN ini sepakat jika kehadiran binatang liar yang megundang bau tak sedap ini ikut mendukung program hemat enrgi listrik yang digaungkan pemerintah. "Binatang ini identik dengan sinar rembulan penuh yang terjadi pada waktu malam di hari tertentu. Karena itu, pemadaman lampu tidak membuat warga merasa kegelapan di luar ruangan," sebutnya.Kendati, sambung dia, kedatangan hewan berwarna hitam yang menjadi ciri-ciri khas binatang malam ini, bukan ada kesengajaan dari perusahaa listrik untuk meningkatkan program hemat energi.


Saran saya sebagai penulis apabila bertemu binatang ini diharapkan sangat berhati-hati karena sangat membahayakan diri kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar